Senin, 25 Februari 2013

Numpang buang kertas #pasca

Akhirnya semua moment- moment telah terlewati.
Setelah penantian panjang yang selama ini aku tunggu.
Dan akhirnya terlewatkan sudah.
Namun, semua apa yang aku tulis, belum ada yang terwujud sedikitpun. Mungkin belum saatnya.
Tapi aku percaya, suatu saat hal itu pasti akan terwujud.

Ada beberapa hal yang menarik untuk diulas.
Pertama, ternyata tidak ada yang namanya bekas teman. Tidak ada yang namanya bekas sahabat. Dan tidak ada yang namanya bekas musuh.
Selagi kita mau memaafkan, selagi kita bisa move on, dan selagi kita bisa melupakan masa lalu. Semua terasa menyenangkan. Hidup itu cuma sekali. Jangan dibuat susah ah.

Kedua, pikiran positif itu akan membuat masa depan kita positif
Sebenarnya itu kata agak ambigu ya. Ya, ambigu. Saat kita berpikir hal itu tidak mungkin terjadi, maka itu juga nggak akan mungkin terjadi. Namun saat kita berpikir positif, maka hal itu akan terjadi pula.
Saat kita pikir, dia jahat, dia nggak perhatian. Kita pasti marah. Namun, kemarahan itu bisa diturunkan kok tingkat derajatnya. Gampang. Hanya dengan berpikir bahwa "oh... mungkin belum saatnya"

Ketiga, I would like to say thank you for all of you guys, my friends. STAMP 2013. Dimpil, Raka, Ahmad, Mbak Puput, Bella, Angger, Ida, Bakso, Aji, Burhan, Pita, Dea, Farida, Fatma, fendi, Indah, Indri, Irawan. Odi, Mbak KD, KP, Mega, Pipit, Nanan, Naufal, Lita, Oki, Via, Putri, Sam, Edi
atas surprise yang bener'' buat aku sama Bella "nggak karuan". Nggak nyangka aja, kalian bakal bikin surprise gitu. Makanya, pas di kelas kalian tu pada nyebelin. Udah pake acara nangis jugak. Pake acara termehek- mehek jugak. Sampe acara kesurupan masal jugak :D
I really really sorry for Putri. Please maafkan kekhilafanku.. Aku lupaa... Aku bener- bener lupaaa :'(
Pokoknya, makasih ya temen- temen XII IPA 2. Semoga apa yang jadi cita- cita kalian bisa kesampaian. Sukses uprak, TO, UAS, UAN, SNMPTN, SMBPTN sama UM nya ya... Pokoknya Kami 32 anak bangsa siap mengguncang dunia dengan mimpi- mimpi kamiiii :D
Big Hugs buat kaliaaaannn { }

Keempat, thanks banget buat my beloved friends Devi.... Pokonya mumumu deh buat kamuuu :')

Kelima, buat my beloved family. Makasih banget buat doanya. Makasih banget buat pas sore- sore. Udah pada capek- capek masih dibela belain buat nraktir akuu :)
Tapi, ada satu hal yang agak bikin aku aneh. My mother tambah kepo deh. Udah 3 kali dia nanya, "dek, kamu udah punya pacar belum?"
mulut saya hanya bisa berkata "mama wi kenapa to? dari kemaren nanya itu mulu. Belum punyaaaa " *nyesek*
Yaa nyesek. Nyesek kenapa harus ditanya in tentang masalah itu. percaya deh si mama dulu pas SMA di taksir banyak cowok. Sampe guru BK aku sekarang aja masih sering nanya in mama.

Keenam, dengan bertambahnya usia ini, semoga apa yang saya cita- cita kan tercapai. Tambah dewasa. Nggak kayak anak- anak lagi. Tambah rajin buat ngejar mimpi.
Tambah kosa kata buat bikin puisi. Bisa nyetir lagi... Semangat!!! Kita pasti bisa kok :)

Kamis, 14 Februari 2013

Puisi Film "Ada Apa Dengan Cinta”

Pas kemaren cari- cari puisi buat kado si devi, tau tau nemu in ini puisi. Puisinya bagus banget. Ternyata ini puisisnya mbak cinta sama mas rangga toh? Pantes... Romantis banget. Cerita Ada Apa dengan Cinta itu memang beda dari yang lain. Dasarnya cerita percintaan remaja SMA. Tapi dikemas dengan apik. Sehingga mempunyai kelas yang tinggi. Terlihat dari alur, latar dan sudut pandang tokoh, cerita ini memang nggak bisa dipandang sebelah mata. Good Job deh!!!
Puisi Pertama:

Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semua
Karena..
Kita..
Adalah..
SATU
Terus terang saya paling suka puisi yang satu ini. Simpel. Bahasanya bagus. Dan menurut saya membentuk suatu hubungan yang menarik. Hubungan kausal yang terjadi antar anak manusia yang percaya bahwa kita pasti akan bersatu.

Puisi Kedua:
Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

Puisi Ketiga
Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja