Sabtu, 16 Maret 2013

Titrasi Asam Basa


1.      Tujuan             : menentukan konsentrasi larutan NaOH dengan cara mengukur volumnya, yang diperlukan untuk bereaksi dengan larutan HCl yang tertentu volum dan konsentrasinya
2.      Alat dan bahan            :
No
Alat dan bahan
Jumlah
1.
Rak dan tabung reaksi
5 buah
2.
Pipet tetes
1 buah
3.
Gelas kimia
2 buah
4.
Silinder Ukur
25 mL
5.
Larutan asam klorida 0,1 M
-
6.
Larutan natrium hidroksida
-
7.
Indikator fenolftalein
1 buah
8.
Buret
1 buah
3.   Dasar teori                   :
Titrasi asam basa merupakan analisis kuantitatif untuk menentukan molaritas larutan asam atau basa. Zat yang akan ditentukan molaritasnya dititrasi oleh larutan yang molaritasnya diketahui (larutan baku atau larutan standar) dengan tepat dan disertai penambahan indikator. Fungsi indikator di sini untuk mengetahui titik akhir titrasi. Jika indikator yang digunakan tepat, maka indikator tersebut akan berubah warnanya pada titik akhir titrasi. Titrasi asam basa merupakan metode penentuan molaritas asam dengan zat penitrasi larutan basa atau penentuan molaritas larutan basa dengan zat penitrasi larutan asam. Titik akhir titrasi (pada saat indikator berubah warna) diharapkan mendekati titik ekuivalen titrasi, yaitu kondisi pada saat larutan
asam tepat bereaksi dengan larutan basa.
4.   Cara kerja                    :
a.                      Masukkan 25 tetes larutan HCl 0,1 M ke dalam tabung reaksi. Tambahkan 1 mL air dan 1- 2 tetes indikator fenolftalein. Kemudian, tambahkan larutan NaOH tetes demi tetes ke dalam buret dan guncangkan tabung reaksi. Hentikan penetesan larutan NaOH bila larutan di dalam tabung reaksi menjadi merah muda dan warna itu tidak menghilang bila tabung reaksi diguncangkan.
b.                     Ulangi percobaan ini 3 kali.
5. Hasil pengamatan          :
a.       Konsentrasi HCl         : 0,1 M
b.      Jumlah tets NaOH      :
Nomor Tabung
Jumlah tetes larutan
NaOH
HCl
1
5 ml (2,7 ml)
23 tetes
2
5 ml (2,3 ml)
24 tetes
3
5 ml (2,2 ml)
24 tetes
Hitungan:
            HCl(aq ) + NaOH(aq) -> NaCl(aq) + H2O(l)
Nomor Tabung
Volum larutan (mL)
Jumlah mol
NaOH
HCl
HCl
NaOH
1
5 ml (2,7 ml)
23 ml
1,242 mol
1,242 mol
2
5 ml (2,3 ml)
24 ml
1,104 mol
1,104 mol
3
5 ml (2,2 ml)
24 ml
1,056 mol
1,056 mol
a.       Jika volum 1 tetes= vmL, maka

b.      Konsentrasi larutan NaOH menurut:
·      Titrasi ke 1: 1,242 mol
·      Titrasi ke 2: 1,104 mol
·      Titrasi ke 3: 1,056 mol
c.       Konsentrasi larutan NaOH rata- rata:
V. M. koef      = V. M. koef
5.  M. 1            = 23,67. 0,1. 1
            M         = 0,4734
n.         =          M. V
            =          0,4734. 2,4
            =          1,13616
            =          1,14 mol
d.      - Titik akhir titrasi: keadaan dimana jumlah mol ekivalen antara zat yang dititrasi dan penitrasi sama dan ditunjukkan dengan perubahan warna indikator asam basa. Keadaan ini ditujukan pada saat  warna indikator berubah
-Titik ekuivalen: kondisi pada saat larutan asam tepat bereaksi dengan larutan basa.
6.   Kesimpulan                 :
Berdasarkan percobaan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa titrasi asam basa merupakan analisis kuantitatif untuk menentukan molaritas larutan asam atau basa. Zat yang akan ditentukan molaritasnya dititrasi oleh larutan yang molaritasnya diketahui (larutan baku atau larutan standar) dengan tepat dan disertai penambahan indikator. Fungsi indikator di sini untuk mengetahui titik akhir titrasi. Jika indikator yang digunakan tepat, maka indikator tersebut akan berubah warnanya pada titik akhir titrasi.
7. Tugas:
1.      Hitunglah volum larutan H2SO4 0,05 M yang diperlukan untuk menetralkan 100 mL larutan NaOH 0,2 M menurut persamaan reaksi!



2.      Sebanyak 20 mL larutan asam asetat di ittrasi dengan larutan NaOH 0,1 M dengan menggunakan indikator fenolftalein menurut persamaan reaksi
CH3COOH (aq) + NaOH (aq) -> Na+(aq) + CH3COOH(aq) + H2O (l)
Perubahan warna menjadi merah muda terjadi pada saat penambahan 5 mL larutan NaOH. Hitunglah molaritas larutan asam asetat!




3.      Larutan asam cuka yang blum diketahui kadarnya di titrasi dengan larutan NaOH. Jika sebanyak 5 mL larutan asam cuka memerlukan 40 mL larutan NaOH 0,1 M, Hitunglah molaritas asam cuka, dan kadar asam cuka!




1 komentar:

  1. Cara mendapatkan mol titrasinya bagaiamana yah?

    BalasHapus