Minggu, 07 Agustus 2011

Laa tahzaan wa laa takhaaf.......


Trilogi I : Kasih Tak Sampai

Sahabatku rahimakumullah. Sebagaimana Ia (Allah) menghadirkanmu ke dunia ini dengan rasa cinta, melalui perantara seorang ummi yang penuh kasih, karena itulah rasa yang begitu kuat terpatri di Qalbumu adalah rasa cinta (ingin dicinta dan mencinta).

Kita tumbuh laksana tunas pohon kecil yang mengeluarkan dedaunannya dan ketika kuncupnya menyembul, bersama itu pula timbul hasrat dihatimu untuk mencari pasangan hidup, teman berbagi suka duka di alam ini.

Cinta merupakan karunia Ilahi.
Hadirnya tanpa diundang.
Tiba-tiba kita sadari ia kuat tertanam, aksana akar pohon yang rindang

Sahabatku rahimakumullah
Kurasakan getar Qalbumu manakala kau bercerita penuh harap kepadanya
Ia laksana kilau permata yang penuh cahya dimatamu
Mencintainya ibarat kuncup bunga di Qalbumu yang siap untuk mekar dengan keharumannya yang memikat

Namun ternyata, jangankan mekar yang kau dapat, Kuncup itu layu sebelum berkembang
Manakala kau sadari dia tak pernah mencintaimu
Tak pernah menaruh hati padamu,
Tak pernah menginginkanmu! Tak pernah !

Kekecewaanmu lalu kau tumpahkan dalam sebuah syair lagu walau hanya kau yang tahu...)

Lirih perlahan mengalun:
"Kau bagaikan telaga yang jernih
Yang sejuk airnya serta menyegarkan
Ditumbuhi pepohonan rindang disekelilingmu
Kau sadari akan seseorang
Yang mencintaimu setulus hatinya
Dan kau beri satu pengertian tentang sebuah cinta yang tak kesampaian
Kau hargai satu cinta kasih
Kau buktikan tanpa menghinanya
Walau seringkali kau acuhkan dia yang menyayangimu
Kau berarti baginya
Kharisma didirimu
Dambaan hatinya"



Aduhai gerangan sungguh beruntung yang mendapatkan cintamu
Dan ketika kau kutanya kenapa?
Dengan ungkapan pilu engkaupun berkata:
"Entahlah Akupun tidak tahu. Namun yang terpenting dari sekian banyak manusia, dari sekian banyak insan dunia Bagiku...Dialah yang terindah...terbaik..., dan paling mempesona...!"

Pancarannya begitu tajam menghunjam!
Sungguh tak 'kan ada yang bisa menggantikannya
Walau dicari di belahan bumi manapun, tetaplah dia orangnya!
Aduhai...gerangan...perih nian yang kau rasa...
Kalau begitu baiklah.
Kan kuajak dirimu terbang ke sebuah tempat yang bernama "Negeri kesunyian"
Kenapa ?

Karna engkau butuh kesendirian untuk mengobati luka hatimu. Kita tlah sampai. Tak ada seorangpun yang akan mendengar perbincangan kita... (Listen to me please. Dengarkanlah aku baik-baik sahabatku...!!!)

Sahabat.
Tahukah engkau?
Manakala engkau telah merasa mencintai seseorang
Itu sama artinya engkau t'lah menghamba padanya?
Sadarkah dirimu?
Manakala engkau tahu ia tidak mencintaimu
Itu artinya ia menunjuk pada kekuranganmu?
Tidak terfikirkah olehmu?

Jika yang kau harap saja tidak bisa mencintaimu
Apalagi Yang Menciptakannya?

Astafirughlaahul 'aziim... Astafirughlaahul 'aziim... Astafirughlaahul 'aziim... (Ucapmu seraya menjerit tertahan... titik-titik embun mengggenang di kelopak matamu...mengalir perlahan...membasahi pipi...)
Mengangislah...kalau itu yang membuat hatimu tenang...

Sahabat.
Aku bersyukur kepada Allah kau sadari kini kekhilafanmu.
Bahwa ter-amat sulit untuk menggapai Cinta_Nya bisa engkau pelajari dari makhluk_Nya yang bernama manusia.
Karena itu,
Perbaikilah segala sesuatu yang ada padamu.
Bangkitlah untuk menjadi yang terbaik

Sahabat
Sesungguhnya yang ada padamu sudah ter-amat sempurna.
Rupa wajahmu adalah yang terindah yang kau miliki.
Namun? Sinarannya belum terlihat.
Masih pudar dan perlu dibersihkan.
Dimana letaknya tersimpan di dasar yang paling dalam.
Sulit terjangkau?
Itulah Qalbu (hati) mu.

Jika sinarnya telah mendekati kesempurnaan.
Kilaunya akan memancar ke luar.
Itulah namanya kecantikan/ ketampanan hakiki.

Sesungguhnya.
Seseorang mencintaimu tidaklah melihat dari kecantikan
ketampanan) atau kekayaanmu.
Tetapi ia melihat pancaran yang ada pada Qalbumu.
Kenapa? Karena kecantikan/ ketampanan akan sirna bersama berlalunya waktu.
Kekayaan akan lesap bersama perputaran roda kehidupan.
Sedangkan pancaran Qalbu akan senantiasa abadi bersama ridha Ilahi kepadamu.

Namun satu hal yang harus kau ingat!
Tak selamanya cinta itu berati memiliki.
Ibarat Qalbumu yang bebas bergerak tanpa bisa kau cegah
Kenapa? Karena ia hidup sebagaimana arus air yang mengalir
Engkau saja tak dapat memiliki hatimu, apalagi kepunyaan orang lain? yang berhak memilikinya adalah Allah.

Wahai sahabat.
Bukankah sesuatu yang kau sulit mendapatkannya sulit pula kau lepaskan? Demikianlah seseorang itu di hatimu.
Bukankah Kasih tak sampai benteng dirimu untuk senantiasa menjaga kesucianmu?
Terutama Qalbumu. (Yang senantiasa wajib kau jaga kesuciannya).

Karena itulah.
“Kasih Tak Sampai" merupakan cermin bagimu
untuk mengerti arti Cinta Sejati yang sesungguhnya
Sesungguhnya Cinta dijadikan Allah indah di dalam Qalbumu.
Keindahannya akan kau temukan manakala kau dapatkan hatimu mencintai Allah.
Tak ada makhluk yang sempurna di muka bumi ini kecuali diri_Nya.
Karena itu.
Laa tahzaan wa laa takhaaf (Janganlah sedih dan janganlah takut)
Innallaaha ma'ana (Sesungguhnya Allah bersama kamu.)

Betapa dengan sayang_Nya Ia berkata:
"Thayyibaa tu litthayyibiina watthayyibuuna litthayyibaati". Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula). (QS. An Nur 24:26)

"Wallaziina aamanuu asyaddu hubban-lillah". Orang-orang yang beriman amat sangat cinta kepada Allah. (QS. Al Baqarah 2:165)

"Yuhibbuhum wa yuribbuu nahuu". Dia (Allah) mencintai mereka dan mereka mencintai_Nya.) QS. Al Maidah 5:54)


Diambil dari blog yang tidak disebutkan namanya.......... (Kumpulan Bunga Rampai)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar